Tipe orang ketika melakukan kesalahan


Kesalahan seberapapun kecilnya yang terlanjur dilakukan selalu menimbulkan kekesalan, marah dan rasa penasaran. Pada saat kesal dan marah, adalah saat seseorang mencari tahu siapa dirinya sendiri yang sesungguhnya. Pada saat kesal dan marah, orang dapat membaca karakter dirinya sendiri sebagai berikut :

1.       Si Pembohong;

Pada saat melakukan kesalahan si pembohong akan mengatakan hal-hal seperti “Bukan, bukan. Bukan aku yang melakukan”, atau “Aku nggak tahu bagaimana itu terjadi”, atau “Buktikan saja!”

2.        Si Pencari Kambing Hitam;

Pencari kambing hitam akan mengatakan hal-hal seperti “Itu salahmu sendiri, bukan salahku”, atau “Andaikata adikku tidak melakukannya pasti semua tidak terjadi”, atau “Aku pasti sukses jika punya tim pendukung yang mahir”, atau “Pelanggan memang tidak perduli pada produk-produkku”, atau “Para karyawan sekarang memang tidak setia lagi”, atau “Perintah bapak tidak jelas sih”, atau “Itu salah bosku sendiri”.

3.       Si Pembenar Diri Sendiri;

Orang yang biasa membenarkan diri sendiri biasa mengatakan hal-hal seperti “Ya maklumlah aku cuma lulusan SMA, jadi tidak heran kalau susah maju”, atau “Aku pasti sudah berhasil kalau punya waktu lebih banyak”, atau “Bagaimanapun juga aku sendiri toh memang tidak ingin kaya”, atau “Semua orang lain toh membuat kesalahan yang sama”.

4.       Si Pecundang;

Pecundang biasanya mengatakan hal-hal seperti “Sudah kubilang kalau itu tidak akan berhasil”, atau “Ini kelewat sulit dan tidak layak dikerjakan, aku akan mencari yang lebih mudah saja”, atau “Buat apa aku melakukan ini? Buat apa susah-susah?”.

5.       Si Tukang Ingkar;

Si tukang ingkar biasanya disebut juga si “kucing berak”, karena mereka mengubur kesalahan-kesalahannya. Orang ingkar sering mengatakan seperti “Nggak, nggak ada yang keliru kok. Semua beres-beres saja”, atau “Kesalahan? Kesalahan mana?”, atau “Jangan khawatir. Semua akan beres”.

6.       Si Tanggung Jawab;

Ini dia karakter yang cukup baik, yaitu si tanggung jawab yang biasanya mengakui kesalahannya dan meminta maaf dengan penuh tanggung jawab, dengan berkata “Ya memang ada kesalahan yang kulakukan, dan aku meminta maaf telah melakukannya”.

7.       Si Bijaksana;

Adalah karakter terbaik, ia tidak hanya bertanggung jawab terhadap kesalahan dan meminta maaf, tapi juga mengambil makna dan pengalaman dari kesalahannya untuk tidak mengulanginya lagi. Biasanya mereka akan berkata “Saya gembira telah gagal dan belajar, dan saya bersyukur atas kebijaksanaan yang saya peroleh”.

Nah telah dan ingin menjadi tipe yang manakah Anda?

Kegagalan dan kesalahan bagi banyak orang dianggap sebagai kebodohan, tabu, dan tidak boleh dilakukan. Sikap ini membuat orang tidak bisa toleran dengan kesalahan orang lain dan seringkali tidak mau memberikan kesempatan lain bagi orang yang telah melakukan kesalahan. Tapi sesungguhnya kegagalan adalah sesuatu yang membuat kita dapat memulainya kembali dengan cara yang lebih baik, tentu saja pada kesempatan yang lain. Dan terakhir, Winston Churchill mengatakan bahwa “Kesuksesan adalah kemampuan untuk beranjak dari satu kesalahan ke kesalahan lain tanpa kehilangan antusiasme”. Tetap semangat !!

Sumber : Robert T. Kiyosaki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: