Tour De Wonorejo


Sabtu, 5 Maret 2006 Pukul 06.30 WIB dimulailah petualangan menuju Tulungagung dan Bendungan Wonorejo bersama seorang teman. Start dari Bandar Lor Kediri, kami langsung menuju arah Tulungagung lewat Desa Mojo Kabupaten Kediri. Kira-kira 70 menit perjalanan, tibalah kami di pos perhentian satu yaitu sebuah warung makan yang terletak di Desa Kras Kabupaten Kediri. Kras adalah desa perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung. Lepas makan pagi untuk mengisi energi, perjalanan berlanjut memasuki Kabupaten Tulungagung lewat Desa Jeli. Sekitar 45 menit kemudian mulailah kami memasuki Tulungagung Kota. Kami langsung menuju arah alon-alon kota untuk mencapai pos perhentian kedua, yaitu rumah Kolega yang terletak di Desa Serut, selatan kota Tulungagung.

Setelah ngobrol panjang lebar, istirahat, mandi dan makan siang, maka sekitar pukul 14.00 WIB perjalanan pulang dimulai dengan menuju arah bendungan Wonorejo melalui Desa Kebun Cangkring Kecamatan Pager Wojo. Mulai memasuki pedesaan, terasa hawa sejuk menyeka wajah. Jalanan pun mulai berliku dan naik turun khas jalanan desa. Sepanjang perjalanan sungguh tidak terasa karena pemandangan yang cantik dan indah. Sekitar pukul 15.00 kami sudah memasuki kawasan wisata Bendungan Wonorejo Kabupaten Tulungagung. Memasuki gerbang, langsung disambut dengan pemadangan bendungan raksasa yang tinggi menjulang yang dibangun di sisi sebuah bukit karang yang mempesona. Selanjutnya menuju bendungan, jalan mulai menanjak dengan agak berat, hingga sampai di atas bendungan batu.

Diatas bendungan kami beristirahat disebuah warung untuk mengisi energi dengan memesan es-kelapa muda yang disuguhkan beserta kelapanya. Lepas beristirahat sekitar 30 menit, kami melanjutkan perjalanan menyeberang sisi lain bendungan. Rute menanjak tinggi hingga sekitar 30 menit kemudian. Selepas itu jalanan mulai menurun tapi tidak begitu deras, sehingga masih diperlukan kayuhan agar sepeda dapat melaju kencang. Sekitar jam 16.00 tibalah kami kembali di Kota Tulungagung.

Lepas istirahat sejenak, kami berangkat kembali mengayuh sepeda untuk kembali ke Kota Kediri. Karena pemandangan mulai menjemukan dan kelelahan, kami beristirahat sejenak di sebuah warung makan untuk menikmati Nasi Lodho khas Tulungagung. Setelah kenyang mengisi energi dan beristirahat, perjalanan dilanjutkan. Setelah mengayuh sekitar 15 menit, kami mulai disambut hujan deras. Karena hari sudah sore, kami memutuskan terus mengayuh untuk segera pulang. Sempat berhenti sejenak untuk beristirahat di tugu perbatasan di Desa Kras, pejalanan dimulai kembali. Kali ini kecepatan sudah berkurang dengan drastis, rata-rata hanya sekitar 20 km/jam, sehingga sampai di Kediri sekitar pukul 18.15 WIB. Secara total pergi-pulang, jarak yang ditempuh berdasar odometer sekitar 130 kilometer, sangat jauh jika dibayangkan, tetapi sangat indah untuk dijalani. Long distance…Great experience…Panther (Pancal Therus)……!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: