Kawasan Wisata Ironggolo


Ironggolo

Kawasan Wisata Ironggolo merupakan bagian dari kawasan wisata Besuki yang terletak di Kaki Gunung Wilis Kediri. Tepatnya berada pada sekitar 30 kilometer sebelah Barat Laut Kota Kediri. Perjalanan dari Kota Kediri melewati jalanan yang menanjak semenjak memasuki wilayah Puhsarang Kediri. Tanjakan cukup tajam terutama bagi cyclomania, mencapai 20-40 derajat sehingga dibutuhkan energi dan nafas yang cukup berat untuk mencapai kesana. Jarak yang mencapai 30 kilometer aku ditempuh dalam hampir 3,5 jam, meskipun jalan yang dilalui sepanjang perjalanan cukup mulus. Hanya ada beberapa meter saja yang rusak karena bekas longsor dari tebing yang belum diperbaiki.

Sepanjang perjalanan disuguhi dengan pemandangan yang indah pegunungan dengan lembah pohon hijau, tebing indah, kicauan burung, serta pekerja kebun dan sawah disepanjang jalan, sehingga perjalanan yang berat sedikit terkurangi. Kawasan ini juga merupakan central bagi pemancar relay televisi untuk wilayah Kediri dan sekitarnya, sehingga dari jauh kawasan wisata ini terlihat sebagai kumpulan atas berbagai antena relay yang terlihat dari jarak yang cukup jauh karena berada di ketinggian.

Sampai di kawasan Ironggolo terdapat beberapa villa yang cukup megah sebagai tempat untuk menginap bagi pengunjung yang ingin bermalam. Memasuki kawasan wisata akan disambut dengan gerbang dengan desain minimalis dan deretan kios yang menjual berbagai makanan dan minuman. Bagi pengendara sepeda motor dan mobil akan dikenai retribusi masuk, sedangkan bagi goweser tidak dikenai retribusi sepeser pun.

Kawasan wisata Ironggolo sebenarnya adalah kawasan air terjun yang menurut aku kurang bagus, karena air terjunnya tidak begitu tinggi dengan air yang kecoklatan. Sejatinya ada air terjun yang sangat bening dan tinggi yaitu air terjun Dolo yang letaknya lebih tinggi, dan untuk mencapainya dengan sepeda angin diperlukan energi ekstra karena tanjakan terakhir menuju kesana mencapai sudut 45 derajat dan begitu tinggi sehingga aku urungkan niat untuk menuju kesana karena sudah setengah mati untuk mencapai Ironggolo saja. Mungkin lain kali.

Setelah puas berkeliling kawasan ini, maka tibalah perjalanan pulang yang begitu menyenangkan karena tidak perlu mengayuh. Kalau pada saat berangkat, kecepatan hanya berkisar antara 5-7 km/per jam, maka saat pulang bisa mencapai 50-60 km/per jam bahkan bisa lebih kalau tidak menekan rem. Perjalanan pulang sampai ke Puhsarang hanya ditempuh dalam waktu kurang dari setengah jam. Perjalanan yang melelahkan sekaligus menyenangkan dan menyegarkan pikiran yang kusut oleh rutinitas dan masalah lainnya.

2 responses to this post.

  1. kalo Dolo tinggi bgt air terjunnya. selain itu pada tanjakan pertama dari Irenggolo menuju Dolo itu, insinyur yang bikin jalannya membuat kesalahan besar. nanjak curam bgt. apalagi terakhir kesana pas jalannya belum diaspal 3 tahun lalu, hehe…

    Balas

    • Betul bos, kalau dari Ironggolo melihat ke arah Dolo tinggi bener padahal dekat banget. Tanjakannya memang curam banget sampe ban depan ngangkat, power habis jadi nggak jadi naik.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: